http://desperadroo.blogspot.com/feeds/posts/default
09 September 2009
The One With the Naked Truth

I know I've been a bad, bad blogger. Rasa-rasanya sudah sewindu semenjak gue terakhir meng-update blog ini. Itu pun cuma copy paste dari note forwardan Buku Wajah. Shame on me, dude.

Anyway, how's life?

Mine's been up and down, as always. Bukanlah hidup gue, kalau tanpa intrik dan drama. Kita semua tahu itu. :P Tapi, recently, sebagaimana gue ceritakan di post terakhir gue itu, gue sudah mulai bisa menerima dan mencintai drama ini. :D

Jadi, apa plot terbarunya sekarang?

Well, kalau kamu pembaca blog ini semenjak bertahun-tahun lalu, kamu pasti tahu salah satu isu yang sering sekali muncul di sini. Yeah, my weight. Berat badan gue yang mengerikan itu.

Gue selalu punya masalah dengan berat semenjak kecil. Man boobs were definitely no strangers back then when I was a kid. Hidup sempat sedikit membaik saat pubertas dan tinggi badan gue bertambah. Untuk periode satu tahun yang singkat, akhirnya gue bisa merasakan bagaimana rasanya berbadan ideal dan berwajah tirus. Tapi kemudian hanya dalam dua tahun saja, berat badan gue melonjak sampai DUA PULUH KILO. Dari 65 sampai 85 kilo.

Mungkin pernah sampai 90 kilo. Entahlah. I lost track at some time. It was high school. My only true friend was food. I knew I was big, but I didn't know I was THAT FAT. Recently, gue melihat beberapa foto yang diambil masa-masa tersebut, dan gue tidak mengenal siapa orang yang ada di sana.

I was like... GIGANTIC.

Dengan tinggi sekitar 175 cm, itu sudah cukup menempatkan BMI gue pada resiko tinggi penyakit DM.

But it certainly didn't stop me for being hungry. I have always been hungry, tapi jarang sekali merasa kenyang. Baru belakangan ini gue menyadari apa yang sebenarnya membuat gue lapar.

Gua lapar akan pengakuan.

If you've been reading this blog since that time, you must have known I wasn't happy. This blog was definitely just a happy story about one unhappy boy. :P

Anyway, so I've been struggling with weight ever since. Gue selalu menempatkan "menurunkan berat badan" sebagai salah satu New Year's resolution gue, tapi rasa-rasanya tidak ada perubahan. Sampai-sampai gue menjadikan berat badan ini sebagai running joke di blog ini. Well, sad joke.

Dan hal itu tidak terlalu berubah akhir liburan panjang kemarin. Gue meletakkan "menurunkan berat badan" sebagai salah satu objectives gue. Well, awalnya sih oke-oke aja, tapi lama-lama I just couldn't resist the temptation of over-indulging. Dan kemudian gue pun mulai menyerah dan melupakan masalah ini (lagi).

So, I tried other things. Changing hairstyle. Changing fashion sense. Playing DDR (ini salah satu usaha untuk mengeksiskan diri desperately. I have this weird belief, dengan jago main DDR, kehidupan sosial akan lebih membaik). Setidaknya, ketika gue kembali liburan dan gain a bit weight, gue bisa mengatakan excuse liburan sebagai penyebab kenaikan berat tersebut.

And then I was shocked like hell waktu hari pertama kuliah, karena mendadak semua orang mengomentari rambut gue, baju gue dan (yang paling gue gak duga-duga) berat badan gue.

"Drooo!! Kurusan ya looo?"

"Cieeee, yang sekarang kurus!"

"Diet ya pas liburan?"

And I was like, WHAT?

Reaksi pertama gue, senang karena akhirnya ada juga yang memuji gue kurusan. Reaksi kedua gue, bingung, karena gue merasa gue tidak melakukan apapun. Dan reaksi ketiga gue, malu. Gue merasa malu pada teman-teman yang udah salah melihat dan tertipu dengan (mungkin) baju gue yang strip vertikal, gelap-gelap gimana gitu.

Seriusan.

Malamnya gue depresi.

Gue malu parah. Malu kalau teman-teman menyadari sebenarnya tidak ada yang berubah secara fisik dari gue. Gue masih Andrew, si big dude dengan awkward look. Malu kalau teman-teman nanti menyadari kalau semua itu hanya ilusi dari baju yang gue pakai semata.

Aneh ya? Momen yang gue tunggu-tunggu selama ini justru membuat gue sedih dan tertekan banget. Fakta bahwa gue tidak bisa embracing hal ini membuat gue semakin depressed dan sedih.

I looked at the mirror, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, gue tidak mengenal orang yang ada di sana. Gue hanya melihat seorang bocah yang berusaha terlalu keras untuk bisa dikenali teman-temannya sampai tidak tahu siapa dirinya sendiri.

First days were hard. Gue yakin selama seminggu pertama, gue menjadi anorexic. I stopped eating like I used to be. Mostly, karena sedang bulan puasa juga, but I just didn't want to eat. Gue cuma tidak ingin menambah lemak di perut ini. I pushed my self way too hard. Gue bilang, gue cuma pengen bisa main DDR, but I just had this hidden agenda. I checked the scale regularly dan menemukan berat badan gue naik-turun macam yoyo hanya dalam hitungan jam. Menyadari itu akibat dehidrasi, I started drinking less water.

Dan beberapa efeknya segera terlihat segera. Beberapa efek baik. Beberapa tidak begitu. Dan gue baru menyadarinya beberapa hari terakhir ini.

It is now still in the second week.

I'm still struggling. I am now a 79 kg, no longer an XL, but an L. I am embracing my new weight and finally accepting that maybe I do look slimmer than before. I am changing my diet to a (hopefully) healthier one.

Alasan gue menulis ini... Entahlah. Maybe I just want to be naked and admit some things that went through my mind. Menulis ini pasti akan memancing judgement beberapa orang. Orang-orang yang hanya melihat gue sebagai "Yaah, gitu aja pake dipusingin! Gitu aja sampe depresi". Atau apapunlah.

You know what?

I don't give it a damn. This is my dirty laundry, and I have the right to share it to the world. Cause, you know, sometimes, it feels relieving, not to keep it all by yourself.

Maybe you should try it sometimes. :-)

Anyway, they are closing the labkom now. Catch you later. See ya. :D

des·per·ate // adj. // Having lost all hope; Nearly hopeless. des·per·a·droo // n. // A hopeless boy; A desperate houseboy; A blog full of desperation.

..desperate for droo?

droo!
- blogger -
- twitter -



"Breathtaaaking!" - Time.

"..one of the most desperate people in this century," - People.

"Empat jempol terangkat!" - Kompas.

"Ya ampuuuun! Dirly aja kalah imut!" - Kawanku.

"Saya pernah melihat yang lebih buruk," - Rita Skeeter, Daily Prophet.


The One With the Wish List
The One With the Naked Truth
The One Where We Should Love Ourselves More
The One Where Mbah Surip Has Gone
The One With a Facebook Stalker
The One With Before and After Pictures
The One With Beer and Cigarrete
The One With the Dragging to Papaya Hell
The One With the Self-Titled Local Food Critic of ...
The One With a Virgin



Agustus 2008
Oktober 2008
November 2008
Desember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
November 2009



Azizah
Caca
Dani
Didi
Ditta
Ery
Kian
Nestri
Shakiena
Thareq

Almira
Ghea
Gina
Indra
Kautsar
Shasha
Zulmi

Audric
Dharma
Harris
Menur
Noni
Nunu
Tria

Alex
Ambudaff
Brian
Budiaman
Cornelia
Gaby
Harnadi
Jesse
Sandy
Shrivastava
Sylvia
Ucrit
Zion

Cinta Laura
Dewi Lestari
Dian Sastrowardoyo
Raditya Dika
Sherina Munaf

Jurnal Ksatria Kastil
Med-Info on the Net






Tata Rias oleh Tim Sari Ayu Ireth Halliwell
Header oleh Droo
Make Up dari GettyImages
Kotak Penggemar dari Shoutmix


Free Web Counter