http://desperadroo.blogspot.com/feeds/posts/default
27 Januari 2009
The One With Carlos

Bukannya ikut-ikutan arus blogger maen filem, tapi kemaren gue ditawarin (sebenarnya menawarkan diri, tapi malah jadi benar-benar ditawar. Lho, jadi saya bisa ditawar?) sama Cumi buat maen di filem pendeknya yang bakal dikirim ke Festival Olahraga dan Seni Unpad.

Entah karena tampang gue memang memiliki kegantengan ala latino, atau muka gue ini cocok dijadikan om-om, Cumi nawarin gue peran pendukung sebagai Carlos, om-om pelatih sepak bola yang tegas dan eksentrik. Hmm, pasti karena faktor pertama kalau begitu.

Gue agak tegang, karena terakhir kali gue bermain dengan baik dan benar, adalah sekitar sembilan tahun lalu di drama kelas gue. Setelah melalui proses audisi dan casting yang ketat (baca: ditarik keluar kelas saat jam pelajaran dan disuruh memerankan ekspresi orang menang undian satu milyar) oleh wali kelas gue, Bapak Markus, gue mendapatkan peran sebagai anak pemakai narkoba yang kemudian tersadarkan di akhir ceritanya.

Yang kalau gue pikir-pikir lagi sekarang, sebenarnya karakternya was so much more than just a drug-user.

Kenapa?

Karena, di akhir ceritanya, dia bisa bertemu dengan seorang malaikat (yang menjadikan karakternya juga adalah seorang paranormal), tersadar akan kesalahannya dan kemudian terinspirasi untuk menyanyikan lagu Lihatlah Lebih Dekat bersama dengan si malaikat (yang membuat karakternya juga adalah seorang penyanyi yang sangat baik, kalau gue boleh memuji!).

Well, tapi itu udah sembilan tahun yang lalu. Dan sembilan tahun itu waktu yang cukup panjang untuk mengubah bocah aktor itu menjadi bocah pemalu seperti akyuh sekarang ini *dibunuh*.

Terlebih, gue udah terbiasa berperan sebagai orang di balik layar. Makanya juga jadi satu tantangan tersendiri untuk gue buat nahan ego sebagai penulis/director, dan berperan sesuai perintah sutradaranya. You know, I have always been a control freak.

Nanti malam mulai syuting perdananya. Gue belum dapet adegan dialog di sini, baru serangkaian montage tentang training session tersebut.

Weird, karena gue baru menyadari kalau GUE BAHKAN TIDAK PERNAH NONTON APALAGI TERTARIK PADA SEPAK BOLA (dan gue memerankan seorang pelatih sepak bola!).

Argh. Wish me luck tonight. Mudah-mudahan gue tidak (langsung) dibunuh Cumi di syuting perdananya.
23 Januari 2009
The One With Two Evil Laughs

Yeah, gue tau.

Terakhir kali gue update blog ini sekitar beberapa milenia lalu. Gue tau--gak perlu diingetin lagi.

Jadi, apa saja yang terjadi dalam beberapa milenia terakhir ini? Manusia berevolusi menjadi cucakrawa dan iguana kini berjalan dengan tiga kaki. Selain dua hal tidak penting itu, tentu saja, beberapa hal terjadi dalam hidup gue.

Bagaimana kita memulainya, ya?

Oh, ya. Masih ingat tentang kehebohan-tolol-gak-penting gue waktu World's AIDS Day kemarin? Yeah, the one event where I just couldn't help NOT to lead it and just literally ignored Naufal (who was actually the project manager)?

Well, setelah stress dan diare-tiga-hari-berturut-turut-walau-hampir-tidak-ada-yang-dimakan, acaranya, secara tidak diduga-duga, berjalan dengan cukup baik (!!). Walopun seminar tentang "Remaja, Seks dan Narkoba" is probably like the dullest thing ever you would ever hear, ternyata mereka yang (terjebak) datang ke sana cukup menikmati acara tersebut.

Walaupun, entah mengapa, gue merasa melihat senyuman para ibu-ibu guru yang datang ke sana mendadak lebih lebar saat demonstrasi pemakaian kondom ke botal Coca-cola. Weird, huh?

I meant, it was just a coke, not even a Pepsi.

Dan oh, ya, masih dari link yang sama. Masih ingat tentang pelatihan jurnalistik yang gue ceritakan waktu itu? The one where I had to write an essay for the trainers? Acara itu sebenarnya diselenggarakan oleh Seksi Media Informasi dari Senat Mahasiswa FK Unpad, kampus gue.

Dan entah bagaimana, Andri Pramana, ketua Senat gue untuk periode 2009 ini, memasang gue menjadi ketua seksi tersebut (!). Weird, huh? Padahal gue gak punya pengalaman apa-apa dalam dunia media-mediaan ini *amnesia mendadak*.

Gue hampir bisa melihat kiamat mendekat ketika Med-Info (singkatan Media Informasi tadi) berada di bawah pimpinan gue. Uh, oh, sebagai awalan, Naufal, yang tadinya juga bergabung di Med-Info, secara misterius mengundurkan diri dari sana.

Misterius bukan? We were great partners back then. I yelled at him and the job was done. Tapi sudahlah, hidup berjalan terus.

Lagipula, setelah melalui rapat proker yang berbelit-belit, penyusunan anggaran, rapat koordinasi ketua seksi, kaderisasi dan juga staffing bersama ketua seksi lainnya (baca: memperebutkan Dewiz dengan Caca, ketua seksi Hublu), akhirnya gue mendapatkan 11 anggota yang (terjebak) bergabung di Med-Info periode 2009 ini. Yay! Hip-hip hura! *sambil melempar confetti*

Mudah-mudahan saja mereka tidak menyadari betapa SALAH-nya pilihan mereka untuk bergabung di sini. Huauahuahuaua. *evil laugh* Dan, mudah-mudahan saja, para ketua seksi Med-Info sebelumnya tidak ada yang menyadari betapa hancurnya seksi ini sepeninggalan mereka sekarang. Huahuahuahauuah. *evil laugh part two*

Uh, kram rahang bawah.

Uw, uw. Gotta go. Batere laptop gue udah hampir sekarat setelah dua jem gratisan hotspot di Tisera. Hidup Limewire dan kebebasan mengunduh lagu secara ilegal di dunia maya. Lanjut lagi nanti. See ya, guys.

des·per·ate // adj. // Having lost all hope; Nearly hopeless. des·per·a·droo // n. // A hopeless boy; A desperate houseboy; A blog full of desperation.

..desperate for droo?

droo!
- blogger -
- twitter -



"Breathtaaaking!" - Time.

"..one of the most desperate people in this century," - People.

"Empat jempol terangkat!" - Kompas.

"Ya ampuuuun! Dirly aja kalah imut!" - Kawanku.

"Saya pernah melihat yang lebih buruk," - Rita Skeeter, Daily Prophet.


The One With the Wish List
The One With the Naked Truth
The One Where We Should Love Ourselves More
The One Where Mbah Surip Has Gone
The One With a Facebook Stalker
The One With Before and After Pictures
The One With Beer and Cigarrete
The One With the Dragging to Papaya Hell
The One With the Self-Titled Local Food Critic of ...
The One With a Virgin



Agustus 2008
Oktober 2008
November 2008
Desember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
November 2009



Azizah
Caca
Dani
Didi
Ditta
Ery
Kian
Nestri
Shakiena
Thareq

Almira
Ghea
Gina
Indra
Kautsar
Shasha
Zulmi

Audric
Dharma
Harris
Menur
Noni
Nunu
Tria

Alex
Ambudaff
Brian
Budiaman
Cornelia
Gaby
Harnadi
Jesse
Sandy
Shrivastava
Sylvia
Ucrit
Zion

Cinta Laura
Dewi Lestari
Dian Sastrowardoyo
Raditya Dika
Sherina Munaf

Jurnal Ksatria Kastil
Med-Info on the Net






Tata Rias oleh Tim Sari Ayu Ireth Halliwell
Header oleh Droo
Make Up dari GettyImages
Kotak Penggemar dari Shoutmix


Free Web Counter