http://desperadroo.blogspot.com/feeds/posts/default
05 Maret 2009
The One With Random Thoughts of Growing Older

Terkadang gue bingung harus bersikap bagaimana. Sometimes I feel gue terlalu konyol dan bersikap childish terhadap suatu problema, karena itu gue mencoba untuk bersikap lebih serius. Tetapi ketika gue mencoba serius dengan fokus gue tersebut, orang-orang justru bilang kalo gue jadi terlalu,... I don't know, galak? Jutek?

Weird.

I know, gue masih dalam tahap perkembangan kepribadian gue dan kesalahan itu wajar adanya. But sometimes, I just feel so disappointed in myself. Those manuals and handbooks for communication don't work really well in reality. (Atau mungkin masalahnya memang di gue aja, bukan di bukunya).

Dalam pekerjaan gue sebagai ketua seksi Media Informasi, salah satu seksi di senat kampus gue, gak hanya sekali gue menemukan masalah yang berhubungan dengan hal tersebut. The rough outlook I have sometimes gives the wrong impression to people I talk to.

Fffgh. Interpersonal skill is fucking hard, guys.

I found it hard to share my thoughts to the world too, since people in reality don't work really well with my points of view. Untuk share di dunia maya pun juga menjadi sulit, karena sudah terlalu banyak orang yang 'tersentuh' teknologi sekarang. Hehehe. Writing here these days isn't the same like it used to be, guys.

Dulu gue berpikir setiap orang berpikiran se-liberal gue, dan semakin kita bertambah dewasa pikiran kita (semestinya) semakin terbuka akan hal-hal baru. Ternyata, setelah beberapa saat gue pun menyadari kalau: gue-lah yang belum dewasa itu karena pikiran gue belum terbuka bahwa ada juga orang-orang yang semakin dewasa, pikirannya tidak menjadi semakin open-minded akan beberapa hal. That's a new thing too, isn't it?

(Hahaha, bingung bacanya? Diresapi saja dulu, kalau begitu. :P)

Well, my mood's getting a bit better now. Gue tadi kepikiran tentang kelompok belajar gue yang mendadak gak mau kumpul lagi. Weird, mereka yang minta dibentuk dulu, tapi kini giliran udah dibentuk lain lagi ceritanya. Kita jadi semakin sulit melakukan komitmen yang udah disetujui bareng-bareng sebelumnya. Knowing that, gue berbicara dengan ketua kelompok dan ternyata dia sendiri udah gak ada niat meneruskan kelompok tersebut.

Singkat cerita, gue mencoba untuk bersikap tegas di sini, tapi mungkin it turned out to be "flat, damn angry" sehingga tentu saja tidak mendapat feedback yang baik dari lawan bicara gue.

Fffh.

Satu hal yang gue pelajari lagi dari sini, mungkin sebaiknya gue tidak usah terlalu memikirkannya. I worried too much that we would do nothing, so I constantly reminded all the people in the group about it. It turned out the exact, same thing that I didn't expect.

Yeah, learn something new every day.

Jadi, seperti buku dongeng anak-anak jaman dulu, moral dari cerita kali ini adalah:

1. Try to balance between 'jutek' and 'childish'. Menjadi fleksibel adalah yang terbaik, tentu saja.

2. Menjadi lebih open-minded akan keberadaan orang-orang yang tidak sebegitu open-minded. (Gee, betapa majemuknya ya kalimat ini?).

3. Listen more. Talk less. Use-words-in-high-piched-voice less. Worry less. And things will go just fine.

Duh, serius amat ya postingannya. Hahaha, ya udahlah. Yuuuks.

P.S. Oh ya, gue belum cerita juga tentang film pendek yang gue mainin itu. Syuting dan paska produksi udah selesai. I've watched the movie, dan gue menyadari betapa gue sangat berairmata buaya saat berakting. Gonna talk more about it (probably), see ya.

des·per·ate // adj. // Having lost all hope; Nearly hopeless. des·per·a·droo // n. // A hopeless boy; A desperate houseboy; A blog full of desperation.

..desperate for droo?

droo!
- blogger -
- twitter -



"Breathtaaaking!" - Time.

"..one of the most desperate people in this century," - People.

"Empat jempol terangkat!" - Kompas.

"Ya ampuuuun! Dirly aja kalah imut!" - Kawanku.

"Saya pernah melihat yang lebih buruk," - Rita Skeeter, Daily Prophet.


The One With an Idiot p. 2
The One With an Idiot
The One Where My Laptop Has Finally Succeeded Its ...
The One With a Future Perfect Tense
The One With a Special Ad
The One With Carlos
The One With Two Evil Laughs
The Facebook Note With 16 Things
The One From the Journalistic Training
The One With "Nyi Blorong Vs Nyi Roro Kidul"



Agustus 2008
Oktober 2008
November 2008
Desember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
November 2009



Azizah
Caca
Dani
Didi
Ditta
Ery
Kian
Nestri
Shakiena
Thareq

Almira
Ghea
Gina
Indra
Kautsar
Shasha
Zulmi

Audric
Dharma
Harris
Menur
Noni
Nunu
Tria

Alex
Ambudaff
Brian
Budiaman
Cornelia
Gaby
Harnadi
Jesse
Sandy
Shrivastava
Sylvia
Ucrit
Zion

Cinta Laura
Dewi Lestari
Dian Sastrowardoyo
Raditya Dika
Sherina Munaf

Jurnal Ksatria Kastil
Med-Info on the Net






Tata Rias oleh Tim Sari Ayu Ireth Halliwell
Header oleh Droo
Make Up dari GettyImages
Kotak Penggemar dari Shoutmix


Free Web Counter