05 Februari 2009
The One Where My Laptop Has Finally Succeeded Its Suicidal Attempt
Jadi, laptop gue mati.
Gak bisa dinyalain lagi. Gak bisa gue ressurect lagi dari kematian. Wafat. Sekarat. Ko'it. Mati gitu aja.
Argh.
Laptop Toshiba sialan gue ini emang adaaaaa aja masalahnya. Mana kambuhan pula. Minimal tiap satu semester sekali adaaaa aja yang diambekin. Kalo gak 1) mendadak jadi slow mampus, 2) tiba-tiba terdiagnosis viremia kronis, 3) dia suka melakukan suicidal attempt dengan cara menggantung diri (baca: hang).
Dan, sekarang, akhirnya dia benar-benar berhasil mencapai keinginan bunuh dirinya dan memilih untuk melakukan anasthesia aktif langsung di depan mata gue. Gue baru saja selesai meng-kopi isi DVD game Ultimate Alliance (yang udah gue mupeng-mupengin sedari dulu) ke harddisk, ketika tiba-tiba layarnya berubah menjadi hitam kelam.
YEAH.
Hitam. Kelam. Gak ada setitik putih-putihnya sedikitpun. (Eh, ada ding. Monitornya debuan parah ternyata).
Hmm. Mungkin baterenya habis, kata lo? Begitu gue coba charge lagi, batere-nya gak mau ke-charge tuh. Lampunya gak nyala-nyala. Duh, terus harus gimana lagi? Gue kan sangat gaptek dalam hal beginian.
Dan saat itulah gue menyadari tindakan resusistasi gue ini sia-sia sudah. Sudah terlambat untuk bisa membawanya kembali ke kehidupan! Dia sudah sekarat selama ini, dan gue tidak mengindahkannya! HIKS! Tuan macam apa gue ini? Gue pasrah. Hiks. Sekarang dia sudah pergi jauh meninggalkan gue.. *pasang lagu Pamit-nya oom Broery Marantika di latar belakang*
Dan, harus gue bilang, orang-orang di Toshiba service center Jakarta itu benar-benar sangat perhatian dengan keputusasaan gue setiap kali ini terjadi. Sampai pemeriksaan biasa (yang kemudian gak diapa-apain) ataupun install ulang Windows biasa saja (yang gue juga bisa sendiri) dikenakan biaya beratus-ratus ribu. Terima kasih banyak, mas-mas Toshiba, dan tidak, gue nampaknya tidak ingin kembali lagi ke sana sekarang untuk mereparasi si laptop.
Tapi, masalahnya...
HARUS GUE BAWA KE MANA SEKARANG SI LAPTOP UNTUK DIBENERIN???
Gue gak percaya dengan tempat-tempat servis laptop di pinggiran jalan ataupun di mol-mol. Terima kasih kepada semua acara investigasi atau reportase-apapun-di-tivi yang memberitakan tentang pemretelan part-part asli dari laptopnya begitu direparasi di sana. Duh.
Guys, bantuan dan saran-saranmu dooong. Hiks. T_T Desperado nih.
P.S. Baru aja nonton sedikit teaser dari film Forsi yang gue maenin. Gee. Gue terlihat aneh di layar tivi. Maksud gue, gue tau gue memang ganteng... Hmm. Mungkin kesalahannya ada di juru kamera kalau begitu. Iya. Pasti demikian, gue yakin begitu. *dibunuh Pons*

