The One With Carlos

Bukannya ikut-ikutan arus blogger maen filem, tapi kemaren gue ditawarin (sebenarnya menawarkan diri, tapi malah jadi benar-benar ditawar. Lho, jadi saya bisa ditawar?) sama Cumi buat maen di filem pendeknya yang bakal dikirim ke Festival Olahraga dan Seni Unpad.

Entah karena tampang gue memang memiliki kegantengan ala latino, atau muka gue ini cocok dijadikan om-om, Cumi nawarin gue peran pendukung sebagai Carlos, om-om pelatih sepak bola yang tegas dan eksentrik. Hmm, pasti karena faktor pertama kalau begitu.

Gue agak tegang, karena terakhir kali gue bermain dengan baik dan benar, adalah sekitar sembilan tahun lalu di drama kelas gue. Setelah melalui proses audisi dan casting yang ketat (baca: ditarik keluar kelas saat jam pelajaran dan disuruh memerankan ekspresi orang menang undian satu milyar) oleh wali kelas gue, Bapak Markus, gue mendapatkan peran sebagai anak pemakai narkoba yang kemudian tersadarkan di akhir ceritanya.

Yang kalau gue pikir-pikir lagi sekarang, sebenarnya karakternya was so much more than just a drug-user.

Kenapa?

Karena, di akhir ceritanya, dia bisa bertemu dengan seorang malaikat (yang menjadikan karakternya juga adalah seorang paranormal), tersadar akan kesalahannya dan kemudian terinspirasi untuk menyanyikan lagu Lihatlah Lebih Dekat bersama dengan si malaikat (yang membuat karakternya juga adalah seorang penyanyi yang sangat baik, kalau gue boleh memuji!).

Well, tapi itu udah sembilan tahun yang lalu. Dan sembilan tahun itu waktu yang cukup panjang untuk mengubah bocah aktor itu menjadi bocah pemalu seperti akyuh sekarang ini *dibunuh*.

Terlebih, gue udah terbiasa berperan sebagai orang di balik layar. Makanya juga jadi satu tantangan tersendiri untuk gue buat nahan ego sebagai penulis/director, dan berperan sesuai perintah sutradaranya. You know, I have always been a control freak.

Nanti malam mulai syuting perdananya. Gue belum dapet adegan dialog di sini, baru serangkaian montage tentang training session tersebut.

Weird, karena gue baru menyadari kalau GUE BAHKAN TIDAK PERNAH NONTON APALAGI TERTARIK PADA SEPAK BOLA (dan gue memerankan seorang pelatih sepak bola!).

Argh. Wish me luck tonight. Mudah-mudahan gue tidak (langsung) dibunuh Cumi di syuting perdananya.

2 orang prihatin:

Lynx mengatakan...

Ciyee ciye,, yang maen pilem..

Minta tanda tangannya dong oom..

yayaya??

foto bareng juga deh..

yayaya?? *fans berat mode: on*

huahahaha,,

Gimana? dah diliat blon blog gue?

Desperate Houseboy mengatakan...

Ehm, silahkan bicara dulu dengan manajer saya, ya. ;-)

Ahahaha, gue liat dulu ya..